Thursday, January 8, 2015

GREEN ARCHITECTURE



GREEN ARCHITECTURE

Green Architecture adalah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal. Hal ini meliputi arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, termasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Prinsip-prinsip Green Architecture
  1. Hemat energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan ).
  2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
  3. Minimizing new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang/ Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.
  4. Tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).
  5. Merespon  keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.
  6. Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan / Holism : Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.
Sifat – sifat bangunan berkonsep green architecture
A.Sustainable ( Berkelanjutan ).
  Yang berarti bangunan green architecture tetap bertahan dan berfungsi seiring zaman, konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam tanpa adanya perubahan – perubuhan yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.
B. Earthfriendly ( Ramah lingkungan ).
  Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep green architecture apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian energi.Oleh karena itu bangunan berkonsep green architecture mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan sekitar, energi dan aspek – aspek pendukung lainnya.
C. High performance building.
  Bangunan berkonsep green architecture mempunyai satu sifat yang tidak kalah pentingnya dengan sifat – sifat lainnya. Sifat ini adalah “High performance building”. Mengapa pada bangunan green architecture harus mempunyai sifat ini? Salah satu fungsinya ialah untuk meminimaliskan penggunaan energi dengan memenfaatkan energi yang berasal dari alam (Energy of nature) dan dengan dipadukan dengan teknologi tinggi (High technology performance). Contohnya :
1).  Penggunaan panel surya (Solar cell) untuk memanfaatkan energi panas matahari sebagai sumber pembangkit tenaga listrik rumahan.
2.)   Penggunaan material – material yang dapat di daur ulang, penggunaan konstruksi – konstruksi maupun bentuk fisik dan fasad bangunan tersebut yang dapat mendukung konsep green architecture.

Aplikasi atau penerapan konsep Green Architecture

  •   Perbandingan komposisi bangunan dan RTH (Ruang Terbuka Hijau) adalah 60:40.

  •   Selain itu membuat atap dan dinding menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan.

  •   Manfaat atap hijau bukan hanya sebatas peningkatan nilai estetika dan penghematan energi, pengurangan gas rumah kaca, peningkatan kesehatan, pemanfaatan air hujan, serta penurunan insulasi panas, suara dan getaran, tetapi juga penyediaan wahana titik temu arsitektur dengan habitat alam yang lebih luas seperti taman kota atau area hijau kota lainnya.

  •   Salah satu alternatif pengolahan air hujan adalah menggunakan lubang resapan biopori yang berfungsi sebagai bidang resapan air (atau menampung air hujan). Lubang resapan biopori adalah lubang silindris berdiameter 10-30 cm yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 100 cm.

  •  Penempatan jendela, pintu, dan skylight bertujuan memasukkan cahaya dan udara secara tepat, bersilangan, dan optimal pada seluruh ruangan.

  •  Pintu dan jendela kaca selebar mungkin dan memakai tembok dan kusen seminim mungkin menjadikan ruang terasa lega. Pintu dan jendela bisa dibuka selebar-lebarnya. Keberadaan tanaman hidup di ruang dalam atau di taman (void) berguna menjaga kestabilan suhu udara di dalam tetap segar dan sejuk.

  •  Menggunakan jendela dan atap yang sebagian bisa dibuka dan ditutup untuk mendapatkan cahaya dan penghawaan yang sesuai kebutuhan

  •  Optimalisasi void menciptakan sirkulasi pengudaraan dan pencahayaan alami yang sangat membantu dalam penghematan energi. Desain void yang tepat dapat mengurangi ketergantungan penerangan lampu listrik terutama di pagi hingga sore hari dan pemakaian kipas angin atau pengondisi udara yang berlebihan. Void dalam bentuk taman (kering) dapat berfungsi sebagai sumur resapan air.

  •   Memanfaatkan energi matahari yang terpancar dalam bentuk energi thermal sebagai sumber listrik dengan menggunakan alat Photovoltaic yang diletakkan di atas atap. Sedangkan atap dibuat miring dari atas ke bawah menuju dinding timur-barat atau sejalur dengan arah peredaran matahari untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal.

  •  Mengecat interior bangunan dengan warna cerah tapi tidak menyilaukan, yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya.

  •  Meminimalkan penggunaan energi untuk alat pendingin (AC) dan lift.

  •  Memasang lampu listrik hanya pada bagian yang intensitasnya rendah. Selain itu juga menggunakan alat kontrol penguranganintensitas lampu otomatis sehingga lampu hanya memancarkan cahaya sebanyak yang dibutuhkan sampai tingkat terang tertentu.

  • Orientasi bangunan terhadap sinar matahari.

  •  Menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim. Misalnya dengan membuat kolam air di sekitar bangunan.

  •  Menggunakan sistem air pump dan cros ventilation untuk mendistribusikan udara yang bersih dan sejuk ke dalam ruangan.

  • Luas permukaan dasar bangunan yang kecil, yaitu pertimbangan mendesain bangunan secara vertikal.

  • Menggunakan material lokal dan material yang tidak merusak lingkungan.

  • Selain itu, arsitektur hijau diterapkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Arsitektur hijau juga dapat direncanakan melalui tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan.

 Salah satu contoh bangunan modern yang berkonsep green  architecture:
Hearst Tower
Hearst Tower adalah sebuah Gedung Perkantoran Hijau yang terletak di  New York. Menara yang dirancang oleh Norman Foster. Bangunan ini memiliki tinggi 182 m terdiri dari  46 lantai dengan ruang kantor luas 80.000 m2. Pola pembingkaian segitiga yang jarang digunakan (juga dikenal sebagai diagrid) memerlukan 9.500-10.480 ton struktur baja- sekitar 20% lebih sedikit dari frame baja konvensional. Bangunan ini menerima 2006 Emporis Award Skyscraper, mengutip sebagai pencakar langit terbaik di dunia selesai tahun itu. Hearst Tower adalah gedung perkantoran "hijau" pertama di New York City, dengan sejumlah pertimbangan lingkungan. Lantai atrium ditaburi dengan kapur panas konduktif . Pipa Polietilena yang tertanam di lantai, diisi dengan sirkulasi air untuk pendingin di musim panas dan pemanas di musim dingin. Hujan dikumpulkan di atap disimpan dalam tangki di ruang bawah tanah untuk digunakan dalam sistem pendingin, untuk mengairi tanaman dan bagi patung air di lobi utama. 85% dari baja struktur bangunan mengandung bahan daur ulang. Secara keseluruhan, bangunan telah dirancang untuk menggunakan kurang dari 26 % energi dari persyaratan minimum untuk kota New York, dan memperoleh penunjukan emas dari Amerika Serikat Green Building Council 's LEED program sertifikasi, menjadi pencakar langit pertama dengan nilai Emas . Fitur atrium di eskalator melalui patung cerita air berjudul Icefall, adalah air terjun yang luas dibangun dengan ribuan panel kaca, yang mendinginkan dan melembabkan lobi. 

            Secara sederhana konsep green architecture bisa diterapkan mulai dalam rancangan bangunan pencakar langit sampai dengan rumah sederhana sekalipun. Konsep-konsep sederhana seperti rumah hemat listrik, hemat air, dan sebagainya dapat mulai diterapkan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber listrik dan air di kehidupan sehari-hari.
            Green architecture saat ini lebih menjadi suatu kebutuhan daripada sekedar sebuah pola labelisasi style atau gaya saja, menjadi suatu keharusan ketika buruknya kualitas lingkungan hidup terus dededungkan saat ini. Kadang disayangkan ketika green architecture yang seharusnya merupakan sebuah prinsip sebagai perwujudan moral seorang arsitek telah terperangkap pada pola labelisasi style.

GREEN PLAN



GREEN PLAN

                 Perkembangan kawasan kota yang semakin pesat menyebabkan tingginya desakan terhadap pemenuhan kebutuhan ruang hunian dan aktivitas ekonomi. Hal tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah yang bisa menciptakan urban paradox, di mana kota yang diharapkan menciptakan kesejahteraan justru melahirkan kantong-kantong kemiskinan baru. Oleh karena itu, upaya mengendalikan kawasan perkotaan harus berbasis pada penataan ruang dan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Pendekatan yang dapat dilakukan dalam pembangunan berkelanjutan tersebut adalah konsep smart green city planning. Untuk itu diperlukannya green city planning yang menghasilkan sebuah rencana kota yang secara cerdas memenuhi kebutuhan dan memberikan solusi terhadap masalah di kota tersebut, dengan memperhatikan aspek adaptasi terhadap bencana dan mitigasi terhadap permasalahan lingkungan,
Smart green city planning memiliki terdiri atas 5 konsep utama yang diperinci ke dalam berbagai strategi dan aksi:
  1.     Konsep kawasan berkeseimbangan ekologis (ecological balance complex). 

Strategi yang perlu dilakukan adalah mengupayakan keseimbangan air (water balance), keseimbangan karbondioksida (CO2 balance), dan keseimbangan energi (energy balance). Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain penggunaan teknologi sirkulasi air hujan, pelestarian hutan, maupun penggunaan energi matahari (solar energy).

2.       Konsep desa ekologis (eco village), 
yang terdiri atas 3 strategi, yaitu penentuan letak kawasan (complex placement), arsitektur, dan transportasi. Strategi tersebut dieksekusi dengan beberapa aksi, antara lain : kesesuaian dengan topografi, koridor angin, sirkulasi air untuk mengontrol klimat mikro, efisiensi bahan bakar, serta transportasi umum.

 3.       Konsep kawasan perumahan berkoridor angin (wind corridor housing complex), 
dengan strategi pengurangan dampak pemanasan. Caranya, dengan pembangunan ruang terbuka hijau, pengontrolan sirkulasi udara, serta menciptakan kota hijau.

4.       Konsep kawasan pensirkulasian air (water circulating complex). 
Strategi yang dilakukan adalah daur ulang air hujan untuk menjadi air baku. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai macam cara, antara lain pengumpulan air hujan, pembangunan kolam kecil, sistem pengolahan air kota, dan sebagainya.

5.       Konsep taman tadah hujan (rain garden), 
diwujudkan melalui strategi penyerapan air dari atap rumah, jalan, dan trotoar. Aksi yang dapat dilakukan antara lain pembangunan kolam, sculpture, dan taman bermain.

                Green city planning juga merupakan sebuah pendekatan yang memperhatikan berbagai aspek, di antaranya segi lingkungan hidup, ekonomi, sosial budaya, serta good governance. Di bidang lingkungan hidup, kebijakan yang diambil adalah pembangunan ruang terbuka hijau dan pengendalian emisi karbon. Perlu dilakukan pula pengelolaan kawasan di sepanjang aliran sungai/tepi air, dan kebijakan mitigasi serta adaptasi dalam rangka mengurangi resiko bencana.
                Di bidang ekonomi, perlu diterapkan kebijakan yang mengakomodasi keseimbangan peran sektor swasta dan ekonomi lokal. Pun dengan sektor informal dan tradisonal, yang perlu dilindungi serta diberdayakan. Selain itu, pengembangan transportasi harus disesuaikan dengan tata ruang kota. Sementara itu, di bidang sosial budaya, konsep smart green city planning menekankan perlunya pengaturan hal-hal yang berkaitan dengan arus urbanisasi, kependudukan, permukiman, serta pelestarian identitas budaya lokal. Terakhir, di bidang good governance, kebijakan yang harus diperhatikan adalah menyangkut kepemimpinan kabupaten/kota (urban leadership), peningkatan kapasitas kelembagaan kota, dan peningkatan pelayanan publik serta aksesibilitas informasi

Bagaimana mewujudkan sebuah kota yang ramah lingkungan?
  • Pembuatan taman-taman besar skala kota, seharusnya di tiap-tiap satuan hunian lingkungan terdapat pula taman-taman tempat warga bisa berinteraksi, melepas lelah, dan sebagai penghijauan lingkungan dan daerah tangkapan air. Taman ini harus benar-benar direncanakan denganserius dan perhitungan yang sangat seksama.
  • Sungai di kota-kota besar di Indonesia mengalami permasalahan yang hampir sama yaitu masih sungai tersebut masih dijadikan tempat sampah raksasa. Tidak mengherankan jika saat banjir menimpa sungai akan meluap dan warga di sekitar sungailah yang pertama akan merasakan akibatnya. Luapan sungai ini akan disertai dengan berbagai penyakit yang akan menyerang warga.
  • Selain pembuatan taman kota dan pengaturan pengadaan ruang terbuka hijau di lingkungan pemukiman, pengadaan ruang terbuka hijau bisa juga dilakukan di area jalan raya. Langkah ini bisa dilakukan dengan penanaman pohon-pohon peneduh dan taman-taman di trotoar dan median jalan.
  • Keberadaan pohon bisa menjadi penyaring debu dan polusi udara yang sangat ganas di jalanan kota. Kehadiran pepohonan juga bisa menurunkan suhu lingkungan sekitar 2⁰-6⁰ Celcius. Tetapi malah menebang pohon tersebut karena merasa menghalangi jalan, rontoknya daun yang mengotori halaman, bahkan merasa berbahaya jika ada angin kencang. Tanaman perdu yang berada di sekitar pepohonan peneduh yang ditanam di sekitar median dan trotoar jalan seringkali rusak dan mati akibat tergusur sampah, PKL dan pijakan kaki manusia yang tidak memperdulikan keberadaannya.
  • Seharusnya pemerintah daerah dan pemerintah kota mulai memperhatikan pula jenis-jenis pohon peneduh yang berada di area jalan raya. Mengingat luas jalan raya yang sangat panjang dan lebar adalah tempat paling potensial sebagai ruang terbuka hijau. Ruang jalan juga menjadi ruang kota yang paling polutif, panas dan tidak menyenangkan. Masyarakat saat ini juga semakin banyak menghabiskan waktunya di jalan raya karena banyak aktifitas warga yang menuntut mobilitas tinggi yang berujung pada tingginya pergerakan masyarakat di jalan raya.
  • Kita bisa meniru Jepang yang sangat memperhatikan jenis-jenis pohon yang tumbuh di sekitar  jalan raya. Pohon peneduh di jalan raya dipilih yang berwarna indah dan berubah saat pergantian musim, mereka menanam pohon maple, sakura atau pohon icho. Indonesia bisa menanam pohon flamboyan atau pohon lain yang bisa berubah warna. Indonesia sangat kaya akan berbagai jenis tanaman dan pepohonan yang berwarna-warni atau pohon yang banyak  buahnya. Keberadaan pohon yang indah ini akan meningkatkan kecintaan warga akan lingkungan jalan dan pohon peneduhnya sehingga masyarakat akan merasakan manfaat langsung dan kemudian ikut menjaga keberadaan pohon dan akan mempercantik lingkungandi sekitar kawasan tersebut
  • Rumah bisa diupayakan berbagai cara untuk menciptakan rumah yang hemat energi den bisa menjadi solusi dari permasalahan lingkungan yang ada dengan menjadikan lingkungan rumah sebagai daerah tangkapan air skala kecil. Rumah bisamemaksimalkan energi angin, memanfaatkan pepohonan halaman dan mensiasati sinar matahari untuk menurunkan suhu rumah sehingga tidak perlu menggunakan AC dan menghemat lampu.
  • Untuk mendapatkan hawa yang sejuk rumah harus memiliki ventilasi silang dengan jendela-pintu yang terletak saling berseberangan yang menjadi tempat mengalirnya angin untuk bisa mengganti udara dalam rumah dan menurunkan suhu rumah. Posisi massa rumahyang terbaik untuk menangkap angin adalah pada posisi tegak lurus arah angin.
  • lingkungan rumah perlu dipersiapkan saluran dan resapan air hujan dari atap dan halaman yang diperkeras. Lahan rumah terbangun harus menyisakan minimal 30% lahan bangunan terbuka untuk penghijauan dan tanaman. Selain itu rumah dan bangunan di Indonesia yang beriklim tropis panas lembap sangat membutuhkan perlindungan bangunan terhadap sinar matahari. Penyelesaian paling sederhana adalah dengan penanaman pohon peneduh.

GREEN CITY


GREEN CITY


 GREEN CITY  atau “Kota Hijau” pada prinsipnya adalah sebuah konsep kota yang ramah lingkungan atau dengan kata lain, kota yang berdasarkan pada perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan (lingkungan, sosial, dan ekonomi). Konsep kota yang ramah lingkungan merupakan pengefektifan dan pengefisiensian sumber daya alam dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin adanya kesehatan lingkungan, dan mampu mensinergikan lingkungan alami dan buatan.


Kota-kota ramah lingkungan (eco-cities/green city) baik yang sudah dibangun maupun yang masih dalam tahap perencanaan  memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu: kota-kota yang ingin mengurangi atau menghapuskan penggunaan bahan bakar fosil, membangun gedung yang ramah lingkungan serta memromosikan “ruang hijau” dan udara bersih.

Tujuan dari kota-kota hijau ini juga ingin menciptakan sistem transportasi publik yang hemat energi dan mudah diakses, menciptakan lingkungan kota yang ramah bagi pejalan kaki serta membangun prasarana yang terstruktur yang memadukan fungsi tempat tinggal, tempat kerja dan tempat belanja.Semua kualitas ini dikenal sebagai konsep pembangunan perkotaan yang berkelanjutan (sustainable urbanism).


Dalam skala kota, tentunya konsep tersebut haruslah diwujudkan secara lebih luas lagi. Keberadaan suatu kota sangat tergantung pada infrastrukturnya. Masih menurut Nirwono Joga, pola jaringan RTH dengan berbagai jenis dan fungsinya merupakan rangkaian hubungan dan kesatuan terpadu yang membentuk infrastruktur hijau (green infrastructure) atau infrastruktur ekologis (ecological infrastructure). Infrastruktur hijau dengan berbagai jenis dan fungsinya berperan dalam menciptakan keseimbangan ekosistem kota dan alat pengendali pembangunan fisik kota.


Konsep Green City merupakan frase yang sering digunakan dalam mengangkat  isu ekologis ke dalam konsep perencanaan kota yang berkelanjutan dan perwujudan green city merupakan tantangan ke depan dalam pembangunan perekonomian yang berkelanjutan. Beberapa aspek krusial yang harus dipertimbangkan dalam menyusun kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan, antara lain : harus dapat menyelesaikan permasalahan urbanisasi dan kemiskinan di kawasan pedesaan, kewajiban kota untuk menyediakan ruang hijau (RTH) minimal 30% dari luas wilayahnya, pengutamaan aspek perubahan iklim dalam kebijakan pembangunan, serta mengutamakan mitigasi dan risiko bencana


Menurut Prof. Joerg Rekittke dari National University Singapore dalam paparannya menjelaskan menjelaskan tentang konsep green city yang cukup menarik dan “out the box” dalam perencanaan landscape, yakni mengenai konsep “Urban Jungle”. Konsep ini, merupakan perencanaan ruang terbuka hijau kota dengan tipologi hutan tropis yang memiliki multiple layer vegetation.

Ruang terbuka hijau dalam konsep green city mencakup empat hal :

  1. Taman berskala bertetanggaan (neighbourhood park)
  2. Taman lingkungan (community park)
  3. Taman kota (city park)
  4. Taman umum (public park)

Taman-taman ini merupakan tempat interaksi antarwarga lingkungan. Untuk itu perlu membuka akses terhadap taman-taman tersebut, mengingat taman-taman kota yang ada skarang sulit diakses, karena lalu lintas disekitar taman yang padat dan kebanyakan merupakan taman pasif.





Salah satu contoh kota kota ramah lingkungan yang terbaik didunia:

  •  Kopenhagen, Denmark

Sebagai pemimpin dalam hal teknologi ramah lingkungan, Kopenhagen mendapat peringkat pertama di Eropa berdasarkan Siemen Greenest City Index. Maka pada tahun 2009, Denmark menjadi tuan rumah bagi UN’S 2009 Climate Change Conference. Lebih dari sepertiga penduduknya memilih menggunakan sepeda ke kantor dibanding mengendarai mobil dan pemerintah menawarkan pengurangan pajak bagi warga yang berpindah ke mobil elektrik


  •   Reykjavik, Islandia

Reykjavik merupakan kota yang hanya mempunyai populasi 115.000 orang dan merupakan ibukota dari Islandia. Reykjavik telah memanfaatkan energy dan menghasilkan listrik sepenuhnya dari tenaga air dan panas bumi. Kota ini juga menggunakan energy terbarukan untuk listrik bus berbahan bakar hydrogen dalam transportasi sehingga bebas dari emisi kendaraan. Dan kota Reykjavik berencana akan terbebas dari penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil dan menggantinya dengan sumber energy yang dapat diperbarui.
Islandia hingga saat ini masih menggunakan bensin namun banyak penduduknya telah beralih pada hidrogen serta mobil elektrik dan metan. Islandia akhirnya menyediakan pompa bensin khusus untuk mengisi ulang sumber energi ramah lingkungan tersebut. Reykjavik juga memiliki sistem pemanasan geotermal terbesar di dunia. Seluruh rumah di kota tersebut menggunakan air panas geotermal sebagai pemanas.


  •   Amsterdam, Belanda

Kota Amsterdam memiliki misi untuk menjadi salah satu kota yang paling mampu menghasilkan sumber daya berkelanjutan pada tahun 2020 dan jika dilihat dari kondisinya tampaknya pemerintah Amsterdam serius dalam menjalankan misi tersebut. Amsterdam adalah kota kelima dalam Global Power City of Europe sebagai kota ramah sepeda di Eropa dan kota ketiga paling inovativ serta Kota Terhijau kelima di Eropa dan tahun 2015 nanti Amasterdam membuat kebijakan bahwa seluruh bangunan harus ramah lingkungan.


  •   New York City, New York

Kota New York telah bekerja keras dalam mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Kota tersebut memiliki 50 kendaraan elektrik untuk kendaraan kota, mengurangi kecanduan makanan berlemak dan yang terbaru adalah melarang penggunaan foam dan plastik dalam bungkus makanan serta menggandakan kemampuan daur ulang kota mencapai 30% pada tahun 2017 dan memperkenalkan pembuatan kompos kota.


  •   Vancouver, Kanada

Merupakan kota Kanada yang paling hijau dan kota kedua di Amerika Utara dengan udara terbaik dan CO2 terendah di Amerika Utara


  •   Stockholm, Swedia

Mengalahkan 34 kota Eropa lainnya dan memenangkan European Commission Award yang pertama pada tahun 2010. Stockholm memiliki banyak inovasi ramah lingkungan dan berencana mengurangi ketergantungan mereka pada penggunaan bahan bakar fosil pada tahun 2050. Beberapa ide antara lain mengkonversi sampah menjadi biogas untuk sistem transportasi umum dan penjernihan air hujan. Swedia secara umum adalah pemimpin dunia dalam mengatur sampah rumah tangga (99% didaur ulang atau digunakan sebagai penghasil energi).


  •   London, Inggris

Setelah tahun lalu London mengganti seluruh transportasi umum dengan bus hybrid, London berhasil mengurangi emisi hingga setengahnya. Program RE:LEAF akan meningkatkan jumlah wilayah hijau hingga 5% pada tahun 2025 (telah ditanam sekitar 10.000 pohon dan didistribusikan 11.000 kepada lebih dari 50 komunitas di sekitar London). Rencananya kota tersebut akan mendorong pengurangan Co2 hingga 60% pada tahun 2025 nanti.


  •   San Francisco, California

San Fransisco telah melarang penggunaan kantong plastik dan bungkus plastik sejak tahun 2007. Kota ini membangun instalasi turbin udara yang tingginya melebihi Empire State Building dan akan selesai pada tahun 2014. San Fransisco merupakan kota terhijau di Amerika Utara, 77% sampah kota didaur ulang dan sebagaian besar restoran menggunakan bahan lokal dan organik.


  •   Curitiba, Brasil

70% persen sampah Curitiba didaur ulang oleh warga. Kota tersebut telah menanam 1.5 juta pohon di sekitar jalan tol dan jalan besar ,serta memiliki inisiatif bahwa bagi penduduk dengan pendapatan rendah dapat tinggal di wilayah pinggiran kota. Program ‘Green Exchange Employment Programme’ memberikan imbalan bagi warganya untuk membersihkan kota mereka dengan menukarkan kantong sampah dengan tiket bus dan makanan. Anak – anak dapat menggunakan sampah yang telah digunakan dengan cokelat, mainan, tiket, peralatan sekolah dan tiket sebuah acara.


  •   Malmö, Swedia

Malmö mempromosikan perjalanan menggunakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan sesering mungkin dan menyediakan wilayah bersepeda. 40% warga yang merupakan commuter dan 30% dari seluruh perjalanan di kota dilakukan dengan sepeda. Mereka memiliki PV dan sistem pemanas dengan menggunakan tenaga matahari yang diinstalasikan pada bangunan resmi di seluruh penjuru kota seperti musium, rumah sakit dan sekolah.